#joobSeeker –Pengalaman tes kerja di Nasmoko-
Ini adalah pengalaman pencarian kerja terbaru sebelum
kemenkumham. Proses yang terjadi sekitar bulan mei 2017. Awalnya aku tahu
lowongan ini melalui ECC UGM. Lowongan yang ada adalah sebagai programmer PHP
dan Android. Walaupun sudah 3 tahun aku lulus kuliah, tetapi dulu aku mengambil
skripsi tentang pembuatan aplikasi android dan pernah membuat website sehingga
lumayan sesuai dengan kemampuanku. Jumlah pelamar yang ada awalnya sekitar 90an
orang. Ini adalah proses tes yang ada:
1. Pendaftaran melalui ECC UGM
Pendaftaran melalui ECC hanya perlu
mengklik lamar pada perusahaan yang membuka lowongan karena dataku sudah
tersimpan pada system. Setelah beberapa hari aku mendapat sms untuk mengikuti
tes selanjutanya pada PT Aditama yang ternyata anak buah perusahaan nasmoco.
2.
Tes Psikotes
Tes psikotes yang ada sama dengan tes pada
umumnya. Aku disuruh mengerjakan soal-soal aritmatika, gambar-gambar, verbal,
dll. Kemudain sesi selanjutnya ter kraeplin dimana aku disuruh menjumlah angka
dari bawah ke atas dan pindah ke baris selanjutnya saat ada aba-aba ganti. Tes
selanjutanya adalah menggambar orang dan pohon.
3.
Tes wawancara psikologis
Tes ini dilakukan setelah tes psikotest,
karena aku dipanggil pertama jadi aku tidak tahu apakah semua yang ikut tes
psikotes lanjut ke wawancara atau hanya sebagian orang saja. Tahapan wawancara
ini hanya ditanyakan tentang personal tidak ada pertanyaan yang aneh-aneh.
4.
Setelah beberapa hari aku dipanggil melaui email
untuk melanjutakan tes pemrograman
Tes pemrograman ini dilakukan di Semarang,
tidak seperti tes-tes awal yang dilaksanakan di Jogja. Pada tahap tes ini aku
disuruh membuat 2 macam program yaitu 1 website dan 1 android yang bisa
diintegrasikan. Wow, waktu yang disediakan hanya 2 jam untuk menyelesaikan 2
program tersebut. Aku cukup kaget, karena selain coding aku juga harus membuat
database yang sesuai dengan soal. Akhirnya waktu 2 jam berlalu dengan sangat
cepat, walaupun programku jadi tetapi untuk android baru sampai tampilan saja. Selain
itu laptopku malah ngeHang pada waktu demo program. Yang akhirnya demo
programku dihentikan. Setelah penguji meminta file hasil kerjaku, aku langsung
pulang. Aku sudah tidak terlalu berharap lulus tes program karena demoku yang
gagal tersebut.
5.
Tes wawancara User
Setelah 1 minggu aku ditelpon oleh nasmoco
untuk mengikuti ujian wawancara user di Semarang. Saat itu aku agak tidak
percaya karena aku pikir sudah gagal di tes pemrograman. User yang
mewawancaraiku berjumlah 3 orang. Aku memasuki ruangan wawancara dengan agak
kaget karena ternyata dari 20an karyawan yang ada tidak ada satupun wanita.
Sebenarnya dari proses awal rekruitmen memang aku adalah satu-satunya wanita,
tapi aku pikir kalau di kantor besok pastia ada wanitanya selain aku. Kembali
lagi ke wawancara, aku rasa wawancara yang kulalui berhasil. Ketiga user
terlihat tertarik dengan jawabanku. Wawancara seputar personal dan pemrograman.
Karena aku mempunyai cukup banyak pengalaman tentang pemrograman maka aku dapat
menjawab pertanyaan dengan baik. Kira-kira wawancara berlangsung selama 1 jam.
Bahkan setelah wawancara selesai salah satu user mengantarkanku sampai ke pintu
dan membukakan pintu. Mereka sangat ramah dan welcome sehingga aku berfikir
jika aku akan diterima.
6.
Pengumuman akhir
Pengumuman penerimaan disampaikan melalui
sms. Yang aku tahu, hanya 2 orang peserta yang dipanggil pada wawancara user.
Ternyata yang diterima adalah peserta satunya. Aku sudah mengatakan pada orang
tuaku, apabila sampai tidak diterima kemungkinan terbesar adalah gara-gara
jenis kelamin. Dengan karyawan yang semuanya pria pasti akan tidak nyaman
bagiku dan mereka jika aku akhirnya diterima di sana. Pada awalnya aku cukup
kaget tetapi akhirnya bisa menerima karena percaya bahwa rencana Allah pasti
lebih baik.
Pengumuman ini dilakukan pada H-2 Lebaran
tahun ini, jadi saat lebaran yang seharusnya bersuka cita aku malah sedih
gara-gara ditolak. Hehehe… saat itu aku sudah agak putus asa mencari pekerjaan
S1 komputer dan sudah berniat mengulang D3 Farmasi agar bisa tetap bisa bekerja
di dunia farmasi. Sudah dulu ya cerita pengalamanku. Yaps, lagi-lagi ditolak.
Aku jadi agak trauma sama yang namanya wawancara. Setelah belajar dari
pengalaman-pengalaman sebelumnya aku cukup percaya diri kalau kali ini
diterima, tapi ternyata Allah mempunyai rencana lain^^


1 comments:
semangat kak. terimakasih sudah membagi pengalamannya
Post a Comment