Pengalaman tes kerja di Nasmoco

Sunday, December 3, 2017


#joobSeeker –Pengalaman tes kerja di Nasmoko-
Ini adalah pengalaman pencarian kerja terbaru sebelum kemenkumham. Proses yang terjadi sekitar bulan mei 2017. Awalnya aku tahu lowongan ini melalui ECC UGM. Lowongan yang ada adalah sebagai programmer PHP dan Android. Walaupun sudah 3 tahun aku lulus kuliah, tetapi dulu aku mengambil skripsi tentang pembuatan aplikasi android dan pernah membuat website sehingga lumayan sesuai dengan kemampuanku. Jumlah pelamar yang ada awalnya sekitar 90an orang. Ini adalah proses tes yang ada:

1.     Pendaftaran melalui ECC UGM
Pendaftaran melalui ECC hanya perlu mengklik lamar pada perusahaan yang membuka lowongan karena dataku sudah tersimpan pada system. Setelah beberapa hari aku mendapat sms untuk mengikuti tes selanjutanya pada PT Aditama yang ternyata anak buah perusahaan nasmoco.

2.       Tes Psikotes
Tes psikotes yang ada sama dengan tes pada umumnya. Aku disuruh mengerjakan soal-soal aritmatika, gambar-gambar, verbal, dll. Kemudain sesi selanjutnya ter kraeplin dimana aku disuruh menjumlah angka dari bawah ke atas dan pindah ke baris selanjutnya saat ada aba-aba ganti. Tes selanjutanya adalah menggambar orang dan pohon.

3.       Tes wawancara psikologis
Tes ini dilakukan setelah tes psikotest, karena aku dipanggil pertama jadi aku tidak tahu apakah semua yang ikut tes psikotes lanjut ke wawancara atau hanya sebagian orang saja. Tahapan wawancara ini hanya ditanyakan tentang personal tidak ada pertanyaan yang aneh-aneh.
4.       Setelah beberapa hari aku dipanggil melaui email untuk melanjutakan tes pemrograman
Tes pemrograman ini dilakukan di Semarang, tidak seperti tes-tes awal yang dilaksanakan di Jogja. Pada tahap tes ini aku disuruh membuat 2 macam program yaitu 1 website dan 1 android yang bisa diintegrasikan. Wow, waktu yang disediakan hanya 2 jam untuk menyelesaikan 2 program tersebut. Aku cukup kaget, karena selain coding aku juga harus membuat database yang sesuai dengan soal. Akhirnya waktu 2 jam berlalu dengan sangat cepat, walaupun programku jadi tetapi untuk android baru sampai tampilan saja. Selain itu laptopku malah ngeHang pada waktu demo program. Yang akhirnya demo programku dihentikan. Setelah penguji meminta file hasil kerjaku, aku langsung pulang. Aku sudah tidak terlalu berharap lulus tes program karena demoku yang gagal tersebut.


5.       Tes wawancara User
Setelah 1 minggu aku ditelpon oleh nasmoco untuk mengikuti ujian wawancara user di Semarang. Saat itu aku agak tidak percaya karena aku pikir sudah gagal di tes pemrograman. User yang mewawancaraiku berjumlah 3 orang. Aku memasuki ruangan wawancara dengan agak kaget karena ternyata dari 20an karyawan yang ada tidak ada satupun wanita. Sebenarnya dari proses awal rekruitmen memang aku adalah satu-satunya wanita, tapi aku pikir kalau di kantor besok pastia ada wanitanya selain aku. Kembali lagi ke wawancara, aku rasa wawancara yang kulalui berhasil. Ketiga user terlihat tertarik dengan jawabanku. Wawancara seputar personal dan pemrograman. Karena aku mempunyai cukup banyak pengalaman tentang pemrograman maka aku dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Kira-kira wawancara berlangsung selama 1 jam. Bahkan setelah wawancara selesai salah satu user mengantarkanku sampai ke pintu dan membukakan pintu. Mereka sangat ramah dan welcome sehingga aku berfikir jika aku akan diterima.

6.       Pengumuman akhir
Pengumuman penerimaan disampaikan melalui sms. Yang aku tahu, hanya 2 orang peserta yang dipanggil pada wawancara user. Ternyata yang diterima adalah peserta satunya. Aku sudah mengatakan pada orang tuaku, apabila sampai tidak diterima kemungkinan terbesar adalah gara-gara jenis kelamin. Dengan karyawan yang semuanya pria pasti akan tidak nyaman bagiku dan mereka jika aku akhirnya diterima di sana. Pada awalnya aku cukup kaget tetapi akhirnya bisa menerima karena percaya bahwa rencana Allah pasti lebih baik.

Pengumuman ini dilakukan pada H-2 Lebaran tahun ini, jadi saat lebaran yang seharusnya bersuka cita aku malah sedih gara-gara ditolak. Hehehe… saat itu aku sudah agak putus asa mencari pekerjaan S1 komputer dan sudah berniat mengulang D3 Farmasi agar bisa tetap bisa bekerja di dunia farmasi. Sudah dulu ya cerita pengalamanku. Yaps, lagi-lagi ditolak. Aku jadi agak trauma sama yang namanya wawancara. Setelah belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya aku cukup percaya diri kalau kali ini diterima, tapi ternyata Allah mempunyai rencana lain^^

1 comments:

Anonymous said...

semangat kak. terimakasih sudah membagi pengalamannya

Post a Comment