Karena tulisan ini aku buat tahun November 2017 yang berarti
sudah lebih dari 3 tahun kejadian ini berlangsung, jadi maaf jika ada beberapa
hal yang terlupakan atau kurang mendetail.
Aku lulus kuliah bulan april 2014 dan kebetulan pada bulan
agustus dibuka lowongan CPNS Kemenkeu. Pada saat itu pertimbanagan utamaku memilih
kemenkeu daripada kementerian yang lain karena faktor lokasi ujian. Ya, mungkin
saat itu aku menganggap CPNS hanyalah suatu Jackpot yang tidak terlalu mungkin
bisa kucapai. Jadi jika seandainya diterima itu suatu keajaiban dan jika
sebaliknya aku tidak diterima maka itu bukan masalah. Itu perasaanku saat awal
proses rekruitmen.
Proses rekruitmen kemenkeu melalui beberapa proses yaitu
sebagai berikut :
1 Pendaftaran online
Proses ini lumayan mudah, aku hanya diminta mengupload
beberapa file atau lebih tepatnya mengisi blangko yang ada secara online. Pada
tahap ini yang diperlukan hanyalah ketelitian saja. Jadi saat pengumuman aku
lolos administrasi itu tidak terlalu membuatku terkejut.
2. Pengambilan TPU (Tanda Peserta Ujian)
Setelah lolos administrasi, langkah selanjutnya adalah
pengambilan TPU. Untuk pengambilan nomor ujian, aku hanya perlu antri sesuai
nomor antrian yang berisi nomor meja petugas dengan membawa ijazah asli, transkrip
nilai asli, ktp, kartu pendaftaran yang sudah dicetak dan pasfoto . Untuk
kemudian mendapatkan kartu ujian.
3. Ujian TKD
Ujian TKD adalah ujian CAT pertama kali yang aku alami. Tahun
itu adalah awal dilakukannya tes dengan system CAT. Aku membeli buku persiapan
CPNS untuk lebih memahami apa itu tes CAT. Bahkan dalam buku yang aku beli
masih dibahas 2 macam tes yaitu tes dengan LJK dan CAT. Saat itu nilai ambang
batas untuk lulus CAT adalah TWK 70, TIU 75, dan TKP 126. Aku tidak terlalu
mempersoalkan tentang ujian ini karena kembali lagi ke tujuan awal yaitu hanya
coba-coba jadi nothing to lose. Beberapa hari sebelum ujian aku belajar dari
buku yang aku beli yang ternyata cukup sulit apalagi untuk bagian tes wawasan
kebangsaan. Dari kecil pelajaran yang tidak terlalu kusukai adalah sejarah,
mungkin alasan utamanya adalah soal yg keluar dari pelajaran sejarah terlalu
sering tentang tanggal dan nama bukan malah makna dari perjuangan pahlawan. Menghafal
tanggal-tanggal itu sangat membuatku pusing. Hehehe kembali lagi ke ujian TKD,
aku menjalani ujian dengan santai. Bahkan waktuku tersisa banyak sehingga aku
sempat menjawab kuisioner yang ada pada
computer apabila aku memutuskan menyelesaikan ujian sebelum waktu berakhir.
Tetapi, saat aku selesai mengisi kuisioner layar komputerku langsung menutup
program yang berarti aku tidak tahu berapakan hasil ujianku dan apakah aku
melewati passing grade. Aku langsung bertanya ke panitia mengenai masalahku itu,
dan dijawab kalau itu bukan masalah dan nanti nilai semua peserta akan ditempel
begitu ujian telah selesai. Aku menunggu dengan agak cemas dan mengurangi
kecemasanku dengan mencari teman baru. Akhirnya hasil ujian ditempel oleh
panitia. Aku mencari dari peringkat terbawah yang dinyatakan lolos passing
grade. Setelah sekian lama tidak menemukan namaku aku sudah akan berputus asa.
Hingga akhirnya aku menemukan namaku di peringkat 6. Saat itu aku benar-benar
bahagia. Yes, the miracle does exist. Walaupun lolos passing grade belum tentu
lolos tahap selanjutnya tetapi aku tetap merasa bahagia. Sebulan kemudian
pengumuman TKD diumumkan dan aku lolos. Yey!!!
4. Ujian Psikotest
Tahapan selanjutnya adalah psikotest, aku mencari informasi
dari kaskus tentang ujian psikotest tahun-tahun sebelumnya dan mempelajari. Dan
ternyata ujian yang ada mirip dengan yang sudah dibahas di kaskus. Tes ini
dibagi dalam 3 bagian:
a.
Tes Potensi Akademik
Dalam tes ini aku ditantang untuk
menyelesaikan soal-soal aritmatika sederhana dan beberapa tes kata. Kalau dalam
TKD tes ini masuk ke kategori TIU. Saranku adalah kerjakan sebanyak dan
seteliti mungkin. Saat itu aku tidak menyelesaikan semua soal karena waktunya
memang terbatas , tetapi yang pasti aku mengerjakan dengan seteliti mungkin.
b.
Tes Pauli
Mungkin kalian sudah sering mengikuti tes
ini. Yang ingin diketahui dari kita adalah ketahanan menghadapi tekanan dan
kekonsistensian serta ketelitian kita. Tips dariku, tutup angka selain yang
akan kita kerjakan dengan tepak tangan kiri, ini membuatku lebih bisa
berkonsentrasi. Karena tes ini durasinya lama, maka jangan terlalu berambisi di
awal pengerjakan. Kerjakan dengan santai tetapi dengan ritme yang semakin cepat
atau paling tidak konsisten. Dan jangan mencurangi waktu karenai itu hanya akan
merugikan hasil tes ini.
c.
Tes Gambar menggambar
Setelah otakku kejang karena kebanyakan
menghitung angka-angka di tes yang terakhir ini lumayan membuatku terhibur. Tes
pertama adalah tes warteg, aku disuruh menyelesaikan gambar yang ada dan memberi
angka dari yang termudah hingga tersulit serta memberi judul dari tiap gambar.
Usahakan jangan terlalu kaku seperti mengurutkan 1,2,3,4,5,6,78 atau terlalu
acak. Tes selanjutnya menggambar pohon dan orang. Aku menggambar orang yang
sedang presentasi dan pohon manga. Serta aku disuruh memilih sepuluh nilai dari
20an nilai yang ada di lembar soal. Yang terakhir aku disuruh menulis 5
kekurangan, 5 kelebihan, kegagalan, serta keberhasilan dalam 2 tahun terakhir.
5. Tes Kesehatan
Setelah sebulan hasil tes psikotest keluar dan Alhamdulillah
aku termasuk peserta yang lolos. Sebenarnya, tes kesehatan adalah tes yang
paling mengerikan dari semua tahapan tes. Tes ini yang sudah aku persiapkan
begitu aku dinyatakan lolos passing grade. Aku bukan termasuk orang yang suka
berolah raga, semenjak SMA bahkan tidak pernah rutin berolah raga. Karena duluvsaat
SMA aku mengambil farmasi yang sangat padat kegiatannya dimana pagi pelajaran
regular dan sore praktek resep maupun kimia sehingga tidak ada waktu untuk
berolah raga. Aku mempersiapkan dengan tiap pagi jalan santai pada awalnya dan
meningkat hingga lari-lari kecil. Sebelum berangkat tes aku makan telur ayam kampung
mentah dan membawa potongan gula untuk berjaga-jaga sesuai arahan kaskus. Aku
tiba di sana jam setengah 6 pagi dan kaget ternyata sudah sangat banyak orang
di sana. Di jam yang sepagi itu aku kira baru ada sedikit orang yang datang.
Setelah jam 7 panitia memulai proses seleksi. Yang pertama adalah pemeriksaan
kesehatan. Aku ditimbang, dites buta warna, minus, tinggi badan, dan yang
terakhir masuk ke ruang dokter dites farises dan apakah hamil/melakukan operasi
dalam 3 bulan terakhir. Setelah itu antri untuk diangkut dengan mobil petugas
ke lapangan untuk lari. Setelah sampai lapangan ada seorang petugas yang
memandu pemanasan sebelum lari. Dan akhirnya aku lari selama 12 menit
mengelilingi lapangan. Setelah itu lari suttle membentuk angka 8. Dan dibawa
kembali ke lokasi awal dengan mobil petugas dan berakhirlah tes kesehatan ini.
6. ujian wawancara
Ujian wawancara dan kesehatan ada dalam satu rangkaian, jadi
semua yang tes kesehatan akan tes wawancara juga. Dalam tes ini aku tidak
menyiapkan apapun. Begitu hari wawancara tiba aku malah menjadi nervous, hal
ini karena di bawah sadar aku menyadari jika persiapanku sangat kurang. Sebelum
wawancara ada serangkain hal yang aku lalui. Seperti pengarahan dari panitia lokal
serta diberi tahu tata tertib wawancara. Aku mendapat 2 orang pewawancara
wanita. Satu dari pusat dan satu dari daerah. Wawancara berjalan kurang lancar
karena aku menjawab dengan tidak begitu keras dan jelas. Bahkan begitu waktu
berakhir pertanyaan yang diajukan baru mencapai pengalaman kerja saja. Saranku
dalam menghadapi wawancara kemenkeu adalah jawablah dengan konsisten. Karena
integritas adalah hal utama yang harus dimiliki calon pegawai kemenkeu, maka
jangan pernah berbohong kepada pewawancara. Dan yang terakhir adalah jangan
lupa untuk percaya diri.
7. The Day
Sebulan kemudian pengumuman rekruitmen diumumkan. Dan
akhirnya aku gagal di tes tahap akhir. Saat itu rasanya bagaikan diangkat ke
langit kemudian dibanting dengan keras. Ya, kenyataan saat akhirnya aku tidak
lolos sangat mengecewakanku. Walaupun awalnya tidak terlalu tertarik, tetapi
setelah menjalani ujian selama kurang lebih 6 bulan aku jadi berharap lebih.
Tapi setelah bisa menerima kenyataan aku akhirnya bisa merenungi kesalahannku.
Dan kesalahan utama saat wawancara adalah kurangnya persiapan dan aku tidak
percaya diri. Seperti kata seseorang, “apabila kita tidak mempercayai diri kita
sendiri bagaimana mungkin orang lain akan percaya”. Dan mulai saat itu aku
mencoba untuk meningkatkan kepercayaan diriku.
Duh… kok jadi panjang gini ya ceritanya, hehehehe… semoga
bisa membantu kalian yang membaca tulisanku ini. see you next story^^



0 comments:
Post a Comment