Pengalamanku Mengikuti Tes CPNS Kemenkeu 2014

Sunday, December 3, 2017


Karena tulisan ini aku buat tahun November 2017 yang berarti sudah lebih dari 3 tahun kejadian ini berlangsung, jadi maaf jika ada beberapa hal yang terlupakan atau kurang mendetail.
Aku lulus kuliah bulan april 2014 dan kebetulan pada bulan agustus dibuka lowongan CPNS Kemenkeu. Pada saat itu pertimbanagan utamaku memilih kemenkeu daripada kementerian yang lain karena faktor lokasi ujian. Ya, mungkin saat itu aku menganggap CPNS hanyalah suatu Jackpot yang tidak terlalu mungkin bisa kucapai. Jadi jika seandainya diterima itu suatu keajaiban dan jika sebaliknya aku tidak diterima maka itu bukan masalah. Itu perasaanku saat awal proses rekruitmen.
Proses rekruitmen kemenkeu melalui beberapa proses yaitu sebagai berikut :
1 Pendaftaran online
Proses ini lumayan mudah, aku hanya diminta mengupload beberapa file atau lebih tepatnya mengisi blangko yang ada secara online. Pada tahap ini yang diperlukan hanyalah ketelitian saja. Jadi saat pengumuman aku lolos administrasi itu tidak terlalu membuatku terkejut.
2. Pengambilan TPU (Tanda Peserta Ujian)
Setelah lolos administrasi, langkah selanjutnya adalah pengambilan TPU. Untuk pengambilan nomor ujian, aku hanya perlu antri sesuai nomor antrian yang berisi nomor meja petugas dengan membawa ijazah asli, transkrip nilai asli, ktp, kartu pendaftaran yang sudah dicetak dan pasfoto . Untuk kemudian mendapatkan kartu ujian.



3. Ujian TKD
Ujian TKD adalah ujian CAT pertama kali yang aku alami. Tahun itu adalah awal dilakukannya tes dengan system CAT. Aku membeli buku persiapan CPNS untuk lebih memahami apa itu tes CAT. Bahkan dalam buku yang aku beli masih dibahas 2 macam tes yaitu tes dengan LJK dan CAT. Saat itu nilai ambang batas untuk lulus CAT adalah TWK 70, TIU 75, dan TKP 126. Aku tidak terlalu mempersoalkan tentang ujian ini karena kembali lagi ke tujuan awal yaitu hanya coba-coba jadi nothing to lose. Beberapa hari sebelum ujian aku belajar dari buku yang aku beli yang ternyata cukup sulit apalagi untuk bagian tes wawasan kebangsaan. Dari kecil pelajaran yang tidak terlalu kusukai adalah sejarah, mungkin alasan utamanya adalah soal yg keluar dari pelajaran sejarah terlalu sering tentang tanggal dan nama bukan malah makna dari perjuangan pahlawan. Menghafal tanggal-tanggal itu sangat membuatku pusing. Hehehe kembali lagi ke ujian TKD, aku menjalani ujian dengan santai. Bahkan waktuku tersisa banyak sehingga aku sempat menjawab kuisioner  yang ada pada computer apabila aku memutuskan menyelesaikan ujian sebelum waktu berakhir. Tetapi, saat aku selesai mengisi kuisioner layar komputerku langsung menutup program yang berarti aku tidak tahu berapakan hasil ujianku dan apakah aku melewati passing grade. Aku langsung bertanya ke panitia mengenai masalahku itu, dan dijawab kalau itu bukan masalah dan nanti nilai semua peserta akan ditempel begitu ujian telah selesai. Aku menunggu dengan agak cemas dan mengurangi kecemasanku dengan mencari teman baru. Akhirnya hasil ujian ditempel oleh panitia. Aku mencari dari peringkat terbawah yang dinyatakan lolos passing grade. Setelah sekian lama tidak menemukan namaku aku sudah akan berputus asa. Hingga akhirnya aku menemukan namaku di peringkat 6. Saat itu aku benar-benar bahagia. Yes, the miracle does exist. Walaupun lolos passing grade belum tentu lolos tahap selanjutnya tetapi aku tetap merasa bahagia. Sebulan kemudian pengumuman TKD diumumkan dan aku lolos. Yey!!!

4. Ujian Psikotest
Tahapan selanjutnya adalah psikotest, aku mencari informasi dari kaskus tentang ujian psikotest tahun-tahun sebelumnya dan mempelajari. Dan ternyata ujian yang ada mirip dengan yang sudah dibahas di kaskus. Tes ini dibagi dalam 3 bagian:
a.       Tes Potensi Akademik
Dalam tes ini aku ditantang untuk menyelesaikan soal-soal aritmatika sederhana dan beberapa tes kata. Kalau dalam TKD tes ini masuk ke kategori TIU. Saranku adalah kerjakan sebanyak dan seteliti mungkin. Saat itu aku tidak menyelesaikan semua soal karena waktunya memang terbatas , tetapi yang pasti aku mengerjakan dengan seteliti mungkin.
b.      Tes Pauli
Mungkin kalian sudah sering mengikuti tes ini. Yang ingin diketahui dari kita adalah ketahanan menghadapi tekanan dan kekonsistensian serta ketelitian kita. Tips dariku, tutup angka selain yang akan kita kerjakan dengan tepak tangan kiri, ini membuatku lebih bisa berkonsentrasi. Karena tes ini durasinya lama, maka jangan terlalu berambisi di awal pengerjakan. Kerjakan dengan santai tetapi dengan ritme yang semakin cepat atau paling tidak konsisten. Dan jangan mencurangi waktu karenai itu hanya akan merugikan hasil tes ini.
c.       Tes Gambar menggambar
Setelah otakku kejang karena kebanyakan menghitung angka-angka di tes yang terakhir ini lumayan membuatku terhibur. Tes pertama adalah tes warteg, aku disuruh menyelesaikan gambar yang ada dan memberi angka dari yang termudah hingga tersulit serta memberi judul dari tiap gambar. Usahakan jangan terlalu kaku seperti mengurutkan 1,2,3,4,5,6,78 atau terlalu acak. Tes selanjutnya menggambar pohon dan orang. Aku menggambar orang yang sedang presentasi dan pohon manga. Serta aku disuruh memilih sepuluh nilai dari 20an nilai yang ada di lembar soal. Yang terakhir aku disuruh menulis 5 kekurangan, 5 kelebihan, kegagalan, serta keberhasilan dalam 2 tahun terakhir.

5. Tes Kesehatan
Setelah sebulan hasil tes psikotest keluar dan Alhamdulillah aku termasuk peserta yang lolos. Sebenarnya, tes kesehatan adalah tes yang paling mengerikan dari semua tahapan tes. Tes ini yang sudah aku persiapkan begitu aku dinyatakan lolos passing grade. Aku bukan termasuk orang yang suka berolah raga, semenjak SMA bahkan tidak pernah rutin berolah raga. Karena duluvsaat SMA aku mengambil farmasi yang sangat padat kegiatannya dimana pagi pelajaran regular dan sore praktek resep maupun kimia sehingga tidak ada waktu untuk berolah raga. Aku mempersiapkan dengan tiap pagi jalan santai pada awalnya dan meningkat hingga lari-lari kecil. Sebelum berangkat tes aku makan telur ayam kampung mentah dan membawa potongan gula untuk berjaga-jaga sesuai arahan kaskus. Aku tiba di sana jam setengah 6 pagi dan kaget ternyata sudah sangat banyak orang di sana. Di jam yang sepagi itu aku kira baru ada sedikit orang yang datang. Setelah jam 7 panitia memulai proses seleksi. Yang pertama adalah pemeriksaan kesehatan. Aku ditimbang, dites buta warna, minus, tinggi badan, dan yang terakhir masuk ke ruang dokter dites farises dan apakah hamil/melakukan operasi dalam 3 bulan terakhir. Setelah itu antri untuk diangkut dengan mobil petugas ke lapangan untuk lari. Setelah sampai lapangan ada seorang petugas yang memandu pemanasan sebelum lari. Dan akhirnya aku lari selama 12 menit mengelilingi lapangan. Setelah itu lari suttle membentuk angka 8. Dan dibawa kembali ke lokasi awal dengan mobil petugas dan berakhirlah tes kesehatan ini.

6. ujian wawancara
Ujian wawancara dan kesehatan ada dalam satu rangkaian, jadi semua yang tes kesehatan akan tes wawancara juga. Dalam tes ini aku tidak menyiapkan apapun. Begitu hari wawancara tiba aku malah menjadi nervous, hal ini karena di bawah sadar aku menyadari  jika persiapanku sangat kurang. Sebelum wawancara ada serangkain hal yang aku lalui. Seperti pengarahan dari panitia lokal serta diberi tahu tata tertib wawancara. Aku mendapat 2 orang pewawancara wanita. Satu dari pusat dan satu dari daerah. Wawancara berjalan kurang lancar karena aku menjawab dengan tidak begitu keras dan jelas. Bahkan begitu waktu berakhir pertanyaan yang diajukan baru mencapai pengalaman kerja saja. Saranku dalam menghadapi wawancara kemenkeu adalah jawablah dengan konsisten. Karena integritas adalah hal utama yang harus dimiliki calon pegawai kemenkeu, maka jangan pernah berbohong kepada pewawancara. Dan yang terakhir adalah jangan lupa untuk percaya diri.

7. The Day
Sebulan kemudian pengumuman rekruitmen diumumkan. Dan akhirnya aku gagal di tes tahap akhir. Saat itu rasanya bagaikan diangkat ke langit kemudian dibanting dengan keras. Ya, kenyataan saat akhirnya aku tidak lolos sangat mengecewakanku. Walaupun awalnya tidak terlalu tertarik, tetapi setelah menjalani ujian selama kurang lebih 6 bulan aku jadi berharap lebih. Tapi setelah bisa menerima kenyataan aku akhirnya bisa merenungi kesalahannku. Dan kesalahan utama saat wawancara adalah kurangnya persiapan dan aku tidak percaya diri. Seperti kata seseorang, “apabila kita tidak mempercayai diri kita sendiri bagaimana mungkin orang lain akan percaya”. Dan mulai saat itu aku mencoba untuk meningkatkan kepercayaan diriku.

Duh… kok jadi panjang gini ya ceritanya, hehehehe… semoga bisa membantu kalian yang membaca tulisanku ini.  see you next story^^

0 comments:

Post a Comment