Pengalaman mengikuti seleksi pegawai non-PNS Pemprov DIY

Sunday, December 3, 2017


#joobseeker – Pengalaman recruitment Pegawai non-PNS di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY-
Pada sekitar bulan oktober 2016 terdapat lowongan non-PNS di pemprov DIY. Aku tertarik untuk mendaftar karena ada formasi sebagai pengelola system dan jaringan di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY yang kantornya berada kurang lebih 400 m dari tempat kerjaku saat itu. Jadi aku berharap apabila diterima bisa bekerja di 2 tempat, pagi hari sebagai pekerja non-PNS dan malam hari sebgai petugas farmasi.
Proses rekruitmen sama dengan penerimaan PNS pada umumnya, proses awal  dilakukan oleh BKN DIY. Ini adalah rangkaian proses yang aku jalani :

1. Pendaftaran online
Pada proses ini aku hanya harus melengkapi formulir yang ada dengan mengisi data pribadi, nomor ijazah, dll. Setelah proses selesai aku menyimpan tanda bukti pendaftaran untuk kemudian diprint.
2. Pengiriman berkas fisik melalui POS
Karena syarat dari panitia adalah mengirim berkas melalui POS dengan cap pos DIY, maka aku mengirim dari daerahku. Dalam berkas lamaran berisi surat lamaran yang ditulis tangan, fotokopi  Ijazah dan transkrip yang dilegalisir, fotokopi KTP, dan daftar riwayat hidup. Kemudian berkas tersebut dikirim melalui POS ke Dinas Pertanahan dan Tata Ruang

3. Tes CAT
Setelah pengumuman lolos administrasi, proses selanjutnya adalah tes CAT. Karena ini adalah pengalaman keduaku dalam mengikuti tes ini maka aku tidak terlalu bingung. Paling tidak aku sudah bisa mengira-ira apa yang akan keluar dalam tes. Saat itu aku hanya belajar melalui aplikasi yang ada di google play. Dan ternyata dari aplikasi itu banyak soal yang keluar saat tes CAT sehingga aku mendapatkan nilai yang cukup besar. Aku mendapat score 380, jumlah yang meningkat dibandingkan saat tes kemenkeu .

4. Tes Wawancara dan ujian Praktek
Dari semua peserta yg lolos passing grade untuk formasiku diambil 11 orang. Karena nilaiku paling tinggi dari kesembilan orang tersebut, maka aku mendapat giliran pertama untuk tes wawancara dan ujian praktek. Untuk wawancara aku melakukan kesalahan yang cukup fatal karena kurang persiapan. Karena dulu waktu tes CPNS Kemenkeu materi yang ditanyakan hanya seputar pribadi, maka aku mengira akan mirip dengan tes sekarang. Ternyata yang ditanyakan malah sebaliknya, hal-hal tentang personal tidak ditanyakan tetapi malah pertanyaan mengenai instansi dan contoh-contoh kasus nyata yang harus aku selesaikan. Salah satunya kasus tentang masalah jaringan, karena kuliahku di Sistem Informasi yang lebih memperdalam tentang Software jadi aku tidak bisa menjawab soal tentang jaringan dengan baik. Dan ternyata wawancara ini juga merupakan ujian praktek secara lisan dimana aku banyak menjawab dengan tidak yakin karena bukan merupakan area disiplin ilmuku. Wawancara berlangsung selama kurang lebih 45 menit dan akhirnya selesai dengan tidak begitu memuaskan

5. Pengumuman Akhir
Pada pengumuman akhir diambil 3 orang dari 9 orang yg mengikuti tes terakhir. Dan akhirnya aku tidak lolos. Memang terasa sedih tapi tidak terlalu mengecewakan karena aku sudah mengira kalau tidak diterima karena pengalaman wawancara yang aku alami.
Noted : Hal yang membuat gagal adalah kurangnya persiapan saat wawancara dan kurang menunjukkan antusias untuk diterima saat wawancara.

Sekian dulu ceritaku, moga bisa memberikan manfaat. Oh iya, ternyata pegawai non-PNS ini hanya dikontrak selama 1 tahun. Setelah 1 tahun akan dilakukan ujian CAT lagi untuk memperpanjang kontrak. Jadi apabila di tahun ke-2 tidak lolos passing grade CAT maka otomatis kontak kita habis. Zaman sekarang mau menjadi tenaga kontrak aja susah ya? Apalagi menjadi karyawan tetap aka PNS pastinya lebih susyaah… hehehe

1 comments:

Munir said...

Bagaimana agar artikelnya bisa muncul di pencarian mbak?

Post a Comment