Pengalaman Tes CPNS Kemenkumham 2017

Sunday, December 3, 2017


Pengumuman awal lowongan CPNS kemenkumham adalah bulan juli 2017. Hal pertama yang aku lakukan adalah mengecek kebenaran berita tersebut. Seperti yang kita tahu, memoratorium CPNS selama 3 tahun ini menyebabkan adanya berita hoax mengenai lowongan CPNS. Bahkan baru-baru ini seorang pria sudah ditangkap karena penyebaran berita hoax tersebut. Setelah mengkonfirmasi lowongan tersebut aku mempersiapkan diri. Pertama-tama adalah mengeprint pengumuman dan mempelajari persyaratan dan tata cara pendaftaran.

Aku mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang CPNS ini melalui grup kaskus. Melalui kaskus aku mendapatkan link untuk masuk ke grup WatsApp. Dari Grup WatsApp aku mendapat link ke grup Telegram. Selama proses rekruitmen ini aku selalu memantau informasi dari dari grup WatsApp, Telegram, Instagram, dan Tweeter BKN dan Kemenkumham. Jadi dengan adanya informasi yang jelas proses rekruitmen yang aku jalani juga lebih lancar.

Proses pertama adalah seleksi administrasi. Pendaftaran meliputi 2 tahap, yaitu pendaftaran akun dengan mengisi nmr ktp dan KK. Setelah mendapat akun kemudian mendaftar ke kemnterian Hukum dan Ham. Sebenarnya proses ini cukup mudah, tetapi ada beberapa peserta yang kurang teliti sehingga gagal di proses ini. Strategiku adalah melakukan pendaftaran di akhir periode, dengan alasan aku memantau semua sumber informasi dan mencari kesalahan-kesalahan apa yang sering terjadi. Kesalahan yang sering terjadi adalah foto latar belakang bukan merah, salah tempat upload dokumen, dan salah ketik. Padahal dari awal pengumuman sudah diberitahu apabila terjadi kesalahan tidak dapat diperbaiki, tetapi masih banyak peserta yang bertanya ke panitia tentang bagaimana memperbaiki data yang salah. Aku mempersiapakan data dengan mengkompres semua data sesuai dengan syarat yang ada, setelah itu merename data sesuai dengan nama yang ada pada form upload. Setelah semua beres, aku mengupload dan mengisi data yang ada. Kemudian mengeprint bukti pendaftaran.

Seleksi administrasi akhirnya diumumkan, aku agak kaget karena ternyata dari 1,2 juta pendaftar awal yang lolos administrasi hanya 500an ribu. Alhamdulillah aku termasuk salah satu yang lolos. Langkah selanjutnya adalah tes TKD. Banyak yang aku persiapkan untuk melalui tes TKD. Karena ini adalah tes ketigaku maka aku sudah tahu kelemahanku dalam tes TKD. Kelemahan terbesarku adalah TWK terutama sejarah. Mulai dari sebulan sebelum tes aku sudah mempersiapkannya. Aku membeli buku tentang persiapan CPNS dan menulis ulang materi ringkasan yang ada agar lebih mudah dibawa kemana-mana. Karena aku suka sekali melihat film, maka aku mencari video-video sejarah di YouTube. Sekarang tugas-tugas pelajaran sudah banyak yang berupa video sehingga dengan mudah dapat aku download dari YouTube. Video yang aku download mulai dari sejarah zaman prasejarah, zaman kerajaan, zaman persiapan kemerdekaan, zaman kemrdekaan, bahkan sejarah dunia seperti peradaban sumeria, sungai kuning, dan cina. selain itu aku mengikuti pelatihan intensif di grup WatsApp dengan sesama peserta CPNS.

Hari tes akhirnya tiba, Aku mempersiapkan KTP dan kartu ujian serta foto 4x6 sesuai instruksi panitia. Tes yang diselenggarakan di Jogja berjalan dengan sangat tertib. Tidak ada kemunduran jadwal seperti tes-tes di daerah lain. Aku melalui pemeriksaan awal oleh petugas untuk dicek apakah membawa benda logam atau benda lain yang tidak boleh dibawa masuk ke ruang ujian. Setelah itu aku masuk ke ruang ujian untuk melakukan ujian CAT.

Jika ada yang mengatakan jika ujian CAT adalah suatu ujian mental maka aku baru mempercayai saat itu. Ini adalah ujian ketigaku sehingga aku merasa jika ujian ini tidak terlalu menakutkan. Karena di 2 tes terdahulu aku selalu keluar sebelum waktu tes berakhir. Tapi ternyata ujian kali ini adalah ujian mental.  Kesalahan terbesarku adalah mempercayai hoax di grup yang mengatakan jika soal CAT akan berubah tiap 10 menit jika tidak dikerjakan. Jadi aku mengerjakan TWK dahulu, apabila ada soal yang agak sulit langsung aku skip dengan harapan soal tersebut akan berubah dengan yang lebih mudah. Kesalahan keduaku adalah kurangnya manajemen waktu. Saat aku mendapat soal penalaran anlitis yang lumayan sulit, aku bersemangat menyelesaikannya sampai menghabiskan banyak waktu. Pada saat sadar, ternyata waktu tinggal 45 menit dan ada 67an soal yang belum aku kerjakan. Down, itu adalah perasaanku saat itu. Pilihanku saat itu hanya 2 yaitu menyerah atau berjuang terus. Aku sudah akan  menyerah tetapi bayangan orang tua yang pasti akan sedih dan bagaimana kerja kerasku untuk belajar membangkitkan semangatku. Saat itu aku memutuskan untuk mengambil langkah yang cukup ekstrim. Aku menjawab 35 soal TKP tanpa membaca soal. Bahkan apabila sudah membaca jawaban yang aku pikir terbaik, tanpa membaca sisa option jawaban aku beralih ke soal berikutnya. Aku hanya membutuhkan waktu 10an menit untuk menjawab 35 soal. Setelah itu aku kembali ke TWK yang ternyata tidak ada satupun soal yang berubah dan sisa waktu aku habiskan di soal TIU. Sampai akhirnya di 10 detik terakhir aku hanya bisa melihat timer dengan was-was. Yap, aku melihat timer seperti saat kita melihat jam di detik-detik akhir tahun. Setiap detiknya terasa sangat berharga. Hingga akhirnya hasil tesku keluar dan aku mendapat skor 385. Suatu hasil yang sanggup membuatku membeku di tempat karena saking tidak percayanya. Saat itu, lulus passing grade saja sudah merupakan keajaiban. Saranku mulailah mengerjakan soal dari TKP, lalu ke TWK, dan terakhir TIU. Jangan sampai terpaku pada satu soal, jika pengerjaan lebih dari 5 menit mendingan ditinggalkan saja. Manajemen waktu sangat penting dalam mengerjakan TKD dan semua soal dinilai 5 point kecuali TKP, jadi soal-soal yang terlalu sulit lebih baik ditinggalkan daripada mengorbankan soal yang lain.

Setelah selesai TKD aku langsung mempersiapkan TKB. Berdasarkan informasi dari panitia soal TKB adalah sesuai dengan jabatan yang kita lamar. Karena aku melamar formasi analis keimigrasian pertama, maka aku mempelajari UU no 6 tahun 2011 dan PP no 13 tahun 2013 tentang keimigrasian. Di grup tele ada pembahasan tentang bahan tes TKB ini. Mereka menyarankan mempelajari peraturan-peraturan di bawah PP. Jadi akhirnya aku juga mempelajari tentang PermenKumham yang jumlahnya ternyata sangat banyak. Untuk orang yang tidak kuliah di dunia hukum sepertiku, mempelajari undang-undang dan peraturan di bawahnya ternyata cukup sulit. Aku benar-benar tidak memiliki pengetahuan hukum. Hari tes TKB akhirnya datang, aku cukup yakin karena sudah mempelajari banyak peraturan dan pastinya sesuai dengan arahan panitia. Saat menjalani tes aku kaget, ternyata soal-soal yang ada mayoritas tentang hukum. Bahkan ada tentang hukum tata Negara beserta istilah-istilah bahasa belanda yang belum pernah kubaca. Sempat terpikir jika soalku tertukar dengan formasi hukum tapi aku menemukan soal keimigrasian sekita 30 soal. Ya, hanya sekitar 30 soal yang menyangkut keimigrasian. Bahkan aku mendapat soal tentang jarak geostationer yang sama sekali tak kuketahui. Aku mendapat hasil 300 yang merupakan pencapain maksimalku. Nilai yang lebih banyak kuperoleh dari keberuntungan.

Tahapan terakhir adalah wawancara. Sebenarnya ada yang lebih kutakutkan dari wawancara yaitu pengukuran tinggi badan. Walaupun tinggiku sesuai dengan batas minimal yaitu 158 cm, tetapi ada rumor yang mengatakan tinggi kita akan dikurangi 1-3 cm. sepupuku mengalami sendiri tingginya berkurang 3 cm. Tinggiku adalah 158.5 cm-159 cm jadi apabila dikurangi 3 cm maka pasti akan menjadi tidak memenuhi kriteria. Saat pengukuran tinggi badan aku mengikuti saran temanku yaitu badan ditegapkan dan menahan nafas. Alhamdulillah tinggiku malah naik menjadi 160 cm. Setelah proses pengukuran tinggi badan aku mengisi daftar riwayat pekerjaan di computer yang disediakan panitia. Setelah itu antri untuk masuk ke ruang wawancara. Setelah menunggu sekitar 1,5 jam akhirnya giliranku tiba. Aku masuk ke ruangan dengan percaya diri. Setelah berjabat tangan dan mengucapkan salam aku dipersilahkan duduk. Wawancara hanya seputar personal, karena kemenkumham menerapkan e-Wawancara maka semua sola wawancara sudah ditentukan. Aku hanya memperoleh soal tentang personal saja meliputi motivasi melamar CPNS, apa yang akan aku berikan untuk Negara, arti keberhasilan, prestasiku, hobi, dll. Semua soal aku jawab dengan diplomatis, sebisa mungkin tidak menimbulkan pertanyaan baru sehingga proses wawancaraku menjadi sangat singkat. Kalau tidak salah hanya sekitar 10an menit. Pada sore harinya diumumkan nilai hasil wawancara dan Alhamdulillah aku mendapat nilai 85.75.


Tiba saatnya pengumuman akhir tes CPNS, dari jadwal yang seharusnya tanggal 9 november pengumuman baru dilakukan tanggal 10 dinihari karena file yang harus diupload panitia sangat banyak. Alhamdulillah aku lolos dan menjadi rangking 7 dari 250 peserta yang diterima. Ini adalah suatu hasil di luar target awalku yang hanya di 200 besar. Kalau ada yang bertanya bagaimana aku bisa mencapainya selalu kujawab itu adalah hasil doa orang tua. Selain itu yang terpenting adalah kita bisa mentukan tujuan yang ingin kita capai. Karena gagal menentukan tujuan berarti gagal mencapai sesuatu. Dan yang tak kalah penting kita harus mempersiapkan segala sesuatu sebaik mungkin dan mempersiapkan yang terburuk. 
dan hasil akhirnya aku mendapat rangking 7 nasional, alhamdulillah^^

0 comments:

Post a Comment