Pengumuman awal lowongan CPNS
kemenkumham adalah bulan juli 2017. Hal pertama yang aku lakukan adalah
mengecek kebenaran berita tersebut. Seperti yang kita tahu, memoratorium CPNS
selama 3 tahun ini menyebabkan adanya berita hoax mengenai lowongan CPNS.
Bahkan baru-baru ini seorang pria sudah ditangkap karena penyebaran berita hoax
tersebut. Setelah mengkonfirmasi lowongan tersebut aku mempersiapkan diri.
Pertama-tama adalah mengeprint pengumuman dan mempelajari persyaratan dan tata
cara pendaftaran.
Aku mencari informasi
sebanyak-banyaknya tentang CPNS ini melalui grup kaskus. Melalui kaskus aku
mendapatkan link untuk masuk ke grup WatsApp. Dari Grup WatsApp aku mendapat
link ke grup Telegram. Selama proses rekruitmen ini aku selalu memantau
informasi dari dari grup WatsApp, Telegram, Instagram, dan Tweeter BKN dan
Kemenkumham. Jadi dengan adanya informasi yang jelas proses rekruitmen yang aku
jalani juga lebih lancar.
Proses pertama adalah seleksi administrasi.
Pendaftaran meliputi 2 tahap, yaitu pendaftaran akun dengan mengisi nmr ktp dan
KK. Setelah mendapat akun kemudian mendaftar ke kemnterian Hukum dan Ham.
Sebenarnya proses ini cukup mudah, tetapi ada beberapa peserta yang kurang
teliti sehingga gagal di proses ini. Strategiku adalah melakukan pendaftaran di
akhir periode, dengan alasan aku memantau semua sumber informasi dan mencari
kesalahan-kesalahan apa yang sering terjadi. Kesalahan yang sering terjadi
adalah foto latar belakang bukan merah, salah tempat upload dokumen, dan salah
ketik. Padahal dari awal pengumuman sudah diberitahu apabila terjadi kesalahan
tidak dapat diperbaiki, tetapi masih banyak peserta yang bertanya ke panitia
tentang bagaimana memperbaiki data yang salah. Aku mempersiapakan data dengan
mengkompres semua data sesuai dengan syarat yang ada, setelah itu merename data
sesuai dengan nama yang ada pada form upload. Setelah semua beres, aku
mengupload dan mengisi data yang ada. Kemudian mengeprint bukti pendaftaran.
Seleksi administrasi akhirnya diumumkan, aku agak kaget karena ternyata dari 1,2 juta
pendaftar awal yang lolos administrasi hanya 500an ribu. Alhamdulillah aku termasuk
salah satu yang lolos. Langkah selanjutnya adalah tes TKD. Banyak yang aku
persiapkan untuk melalui tes TKD. Karena ini adalah tes ketigaku maka aku sudah
tahu kelemahanku dalam tes TKD. Kelemahan terbesarku adalah TWK terutama
sejarah. Mulai dari sebulan sebelum tes aku sudah mempersiapkannya. Aku membeli
buku tentang persiapan CPNS dan menulis ulang materi ringkasan yang ada agar
lebih mudah dibawa kemana-mana. Karena aku suka sekali melihat film, maka aku
mencari video-video sejarah di YouTube. Sekarang tugas-tugas pelajaran sudah
banyak yang berupa video sehingga dengan mudah dapat aku download dari YouTube.
Video yang aku download mulai dari sejarah zaman prasejarah, zaman kerajaan,
zaman persiapan kemerdekaan, zaman kemrdekaan, bahkan sejarah dunia seperti
peradaban sumeria, sungai kuning, dan cina. selain itu aku mengikuti pelatihan
intensif di grup WatsApp dengan sesama peserta CPNS.
Hari tes akhirnya tiba, Aku
mempersiapkan KTP dan kartu ujian serta foto 4x6 sesuai instruksi panitia. Tes
yang diselenggarakan di Jogja berjalan dengan sangat tertib. Tidak ada
kemunduran jadwal seperti tes-tes di daerah lain. Aku melalui pemeriksaan awal
oleh petugas untuk dicek apakah membawa benda logam atau benda lain yang tidak
boleh dibawa masuk ke ruang ujian. Setelah itu aku masuk ke ruang ujian untuk
melakukan ujian CAT.
Jika ada yang mengatakan jika
ujian CAT adalah suatu ujian mental maka aku baru mempercayai saat itu. Ini
adalah ujian ketigaku sehingga aku merasa jika ujian ini tidak terlalu
menakutkan. Karena di 2 tes terdahulu aku selalu keluar sebelum waktu tes
berakhir. Tapi ternyata ujian kali ini adalah ujian mental. Kesalahan terbesarku adalah mempercayai hoax
di grup yang mengatakan jika soal CAT akan berubah tiap 10 menit jika tidak
dikerjakan. Jadi aku mengerjakan TWK dahulu, apabila ada soal yang agak sulit
langsung aku skip dengan harapan soal tersebut akan berubah dengan yang lebih
mudah. Kesalahan keduaku adalah kurangnya manajemen waktu. Saat aku mendapat
soal penalaran anlitis yang lumayan sulit, aku bersemangat menyelesaikannya
sampai menghabiskan banyak waktu. Pada saat sadar, ternyata waktu tinggal 45
menit dan ada 67an soal yang belum aku kerjakan. Down, itu adalah perasaanku
saat itu. Pilihanku saat itu hanya 2 yaitu menyerah atau berjuang terus. Aku
sudah akan menyerah tetapi bayangan
orang tua yang pasti akan sedih dan bagaimana kerja kerasku untuk belajar
membangkitkan semangatku. Saat itu aku memutuskan untuk mengambil langkah yang
cukup ekstrim. Aku menjawab 35 soal TKP tanpa membaca soal. Bahkan apabila
sudah membaca jawaban yang aku pikir terbaik, tanpa membaca sisa option jawaban
aku beralih ke soal berikutnya. Aku hanya membutuhkan waktu 10an menit untuk
menjawab 35 soal. Setelah itu aku kembali ke TWK yang ternyata tidak ada
satupun soal yang berubah dan sisa waktu aku habiskan di soal TIU. Sampai
akhirnya di 10 detik terakhir aku hanya bisa melihat timer dengan was-was. Yap,
aku melihat timer seperti saat kita melihat jam di detik-detik akhir tahun.
Setiap detiknya terasa sangat berharga. Hingga akhirnya hasil tesku keluar dan
aku mendapat skor 385. Suatu hasil yang sanggup membuatku membeku di tempat
karena saking tidak percayanya. Saat itu, lulus passing grade saja sudah
merupakan keajaiban. Saranku mulailah mengerjakan soal dari TKP, lalu ke TWK,
dan terakhir TIU. Jangan sampai terpaku pada satu soal, jika pengerjaan lebih
dari 5 menit mendingan ditinggalkan saja. Manajemen waktu sangat penting dalam
mengerjakan TKD dan semua soal dinilai 5 point kecuali TKP, jadi soal-soal yang
terlalu sulit lebih baik ditinggalkan daripada mengorbankan soal yang lain.
Setelah selesai TKD aku langsung
mempersiapkan TKB. Berdasarkan informasi dari panitia soal TKB adalah sesuai
dengan jabatan yang kita lamar. Karena aku melamar formasi analis keimigrasian
pertama, maka aku mempelajari UU no 6 tahun 2011 dan PP no 13 tahun 2013
tentang keimigrasian. Di grup tele ada pembahasan tentang bahan tes TKB ini.
Mereka menyarankan mempelajari peraturan-peraturan di bawah PP. Jadi akhirnya
aku juga mempelajari tentang PermenKumham yang jumlahnya ternyata sangat
banyak. Untuk orang yang tidak kuliah di dunia hukum sepertiku, mempelajari undang-undang
dan peraturan di bawahnya ternyata cukup sulit. Aku benar-benar tidak memiliki
pengetahuan hukum. Hari tes TKB akhirnya datang, aku cukup yakin karena sudah
mempelajari banyak peraturan dan pastinya sesuai dengan arahan panitia. Saat
menjalani tes aku kaget, ternyata soal-soal yang ada mayoritas tentang hukum.
Bahkan ada tentang hukum tata Negara beserta istilah-istilah bahasa belanda
yang belum pernah kubaca. Sempat terpikir jika soalku tertukar dengan formasi
hukum tapi aku menemukan soal keimigrasian sekita 30 soal. Ya, hanya sekitar 30
soal yang menyangkut keimigrasian. Bahkan aku mendapat soal tentang jarak
geostationer yang sama sekali tak kuketahui. Aku mendapat hasil 300 yang
merupakan pencapain maksimalku. Nilai yang lebih banyak kuperoleh dari
keberuntungan.
Tahapan terakhir adalah
wawancara. Sebenarnya ada yang lebih kutakutkan dari wawancara yaitu pengukuran
tinggi badan. Walaupun tinggiku sesuai dengan batas minimal yaitu 158 cm,
tetapi ada rumor yang mengatakan tinggi kita akan dikurangi 1-3 cm. sepupuku
mengalami sendiri tingginya berkurang 3 cm. Tinggiku adalah 158.5 cm-159 cm
jadi apabila dikurangi 3 cm maka pasti akan menjadi tidak memenuhi kriteria.
Saat pengukuran tinggi badan aku mengikuti saran temanku yaitu badan ditegapkan
dan menahan nafas. Alhamdulillah tinggiku malah naik menjadi 160 cm. Setelah
proses pengukuran tinggi badan aku mengisi daftar riwayat pekerjaan di computer
yang disediakan panitia. Setelah itu antri untuk masuk ke ruang wawancara. Setelah
menunggu sekitar 1,5 jam akhirnya giliranku tiba. Aku masuk ke ruangan dengan
percaya diri. Setelah berjabat tangan dan mengucapkan salam aku dipersilahkan
duduk. Wawancara hanya seputar personal, karena kemenkumham menerapkan e-Wawancara
maka semua sola wawancara sudah ditentukan. Aku hanya memperoleh soal tentang
personal saja meliputi motivasi melamar CPNS, apa yang akan aku berikan untuk
Negara, arti keberhasilan, prestasiku, hobi, dll. Semua soal aku jawab dengan
diplomatis, sebisa mungkin tidak menimbulkan pertanyaan baru sehingga proses
wawancaraku menjadi sangat singkat. Kalau tidak salah hanya sekitar 10an menit.
Pada sore harinya diumumkan nilai hasil wawancara dan Alhamdulillah aku
mendapat nilai 85.75.
Tiba saatnya pengumuman akhir tes
CPNS, dari jadwal yang seharusnya tanggal 9 november pengumuman baru dilakukan
tanggal 10 dinihari karena file yang harus diupload panitia sangat banyak.
Alhamdulillah aku lolos dan menjadi rangking 7 dari 250 peserta yang diterima.
Ini adalah suatu hasil di luar target awalku yang hanya di 200 besar. Kalau ada
yang bertanya bagaimana aku bisa mencapainya selalu kujawab itu adalah hasil
doa orang tua. Selain itu yang terpenting adalah kita bisa mentukan tujuan yang
ingin kita capai. Karena gagal menentukan tujuan berarti gagal mencapai
sesuatu. Dan yang tak kalah penting kita harus mempersiapkan segala sesuatu
sebaik mungkin dan mempersiapkan yang terburuk.
![]() |
| dan hasil akhirnya aku mendapat rangking 7 nasional, alhamdulillah^^ |










