Pengalaman Tes CPNS Kemenkumham 2017

Sunday, December 3, 2017


Pengumuman awal lowongan CPNS kemenkumham adalah bulan juli 2017. Hal pertama yang aku lakukan adalah mengecek kebenaran berita tersebut. Seperti yang kita tahu, memoratorium CPNS selama 3 tahun ini menyebabkan adanya berita hoax mengenai lowongan CPNS. Bahkan baru-baru ini seorang pria sudah ditangkap karena penyebaran berita hoax tersebut. Setelah mengkonfirmasi lowongan tersebut aku mempersiapkan diri. Pertama-tama adalah mengeprint pengumuman dan mempelajari persyaratan dan tata cara pendaftaran.

Aku mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang CPNS ini melalui grup kaskus. Melalui kaskus aku mendapatkan link untuk masuk ke grup WatsApp. Dari Grup WatsApp aku mendapat link ke grup Telegram. Selama proses rekruitmen ini aku selalu memantau informasi dari dari grup WatsApp, Telegram, Instagram, dan Tweeter BKN dan Kemenkumham. Jadi dengan adanya informasi yang jelas proses rekruitmen yang aku jalani juga lebih lancar.

Proses pertama adalah seleksi administrasi. Pendaftaran meliputi 2 tahap, yaitu pendaftaran akun dengan mengisi nmr ktp dan KK. Setelah mendapat akun kemudian mendaftar ke kemnterian Hukum dan Ham. Sebenarnya proses ini cukup mudah, tetapi ada beberapa peserta yang kurang teliti sehingga gagal di proses ini. Strategiku adalah melakukan pendaftaran di akhir periode, dengan alasan aku memantau semua sumber informasi dan mencari kesalahan-kesalahan apa yang sering terjadi. Kesalahan yang sering terjadi adalah foto latar belakang bukan merah, salah tempat upload dokumen, dan salah ketik. Padahal dari awal pengumuman sudah diberitahu apabila terjadi kesalahan tidak dapat diperbaiki, tetapi masih banyak peserta yang bertanya ke panitia tentang bagaimana memperbaiki data yang salah. Aku mempersiapakan data dengan mengkompres semua data sesuai dengan syarat yang ada, setelah itu merename data sesuai dengan nama yang ada pada form upload. Setelah semua beres, aku mengupload dan mengisi data yang ada. Kemudian mengeprint bukti pendaftaran.

Seleksi administrasi akhirnya diumumkan, aku agak kaget karena ternyata dari 1,2 juta pendaftar awal yang lolos administrasi hanya 500an ribu. Alhamdulillah aku termasuk salah satu yang lolos. Langkah selanjutnya adalah tes TKD. Banyak yang aku persiapkan untuk melalui tes TKD. Karena ini adalah tes ketigaku maka aku sudah tahu kelemahanku dalam tes TKD. Kelemahan terbesarku adalah TWK terutama sejarah. Mulai dari sebulan sebelum tes aku sudah mempersiapkannya. Aku membeli buku tentang persiapan CPNS dan menulis ulang materi ringkasan yang ada agar lebih mudah dibawa kemana-mana. Karena aku suka sekali melihat film, maka aku mencari video-video sejarah di YouTube. Sekarang tugas-tugas pelajaran sudah banyak yang berupa video sehingga dengan mudah dapat aku download dari YouTube. Video yang aku download mulai dari sejarah zaman prasejarah, zaman kerajaan, zaman persiapan kemerdekaan, zaman kemrdekaan, bahkan sejarah dunia seperti peradaban sumeria, sungai kuning, dan cina. selain itu aku mengikuti pelatihan intensif di grup WatsApp dengan sesama peserta CPNS.

Hari tes akhirnya tiba, Aku mempersiapkan KTP dan kartu ujian serta foto 4x6 sesuai instruksi panitia. Tes yang diselenggarakan di Jogja berjalan dengan sangat tertib. Tidak ada kemunduran jadwal seperti tes-tes di daerah lain. Aku melalui pemeriksaan awal oleh petugas untuk dicek apakah membawa benda logam atau benda lain yang tidak boleh dibawa masuk ke ruang ujian. Setelah itu aku masuk ke ruang ujian untuk melakukan ujian CAT.

Jika ada yang mengatakan jika ujian CAT adalah suatu ujian mental maka aku baru mempercayai saat itu. Ini adalah ujian ketigaku sehingga aku merasa jika ujian ini tidak terlalu menakutkan. Karena di 2 tes terdahulu aku selalu keluar sebelum waktu tes berakhir. Tapi ternyata ujian kali ini adalah ujian mental.  Kesalahan terbesarku adalah mempercayai hoax di grup yang mengatakan jika soal CAT akan berubah tiap 10 menit jika tidak dikerjakan. Jadi aku mengerjakan TWK dahulu, apabila ada soal yang agak sulit langsung aku skip dengan harapan soal tersebut akan berubah dengan yang lebih mudah. Kesalahan keduaku adalah kurangnya manajemen waktu. Saat aku mendapat soal penalaran anlitis yang lumayan sulit, aku bersemangat menyelesaikannya sampai menghabiskan banyak waktu. Pada saat sadar, ternyata waktu tinggal 45 menit dan ada 67an soal yang belum aku kerjakan. Down, itu adalah perasaanku saat itu. Pilihanku saat itu hanya 2 yaitu menyerah atau berjuang terus. Aku sudah akan  menyerah tetapi bayangan orang tua yang pasti akan sedih dan bagaimana kerja kerasku untuk belajar membangkitkan semangatku. Saat itu aku memutuskan untuk mengambil langkah yang cukup ekstrim. Aku menjawab 35 soal TKP tanpa membaca soal. Bahkan apabila sudah membaca jawaban yang aku pikir terbaik, tanpa membaca sisa option jawaban aku beralih ke soal berikutnya. Aku hanya membutuhkan waktu 10an menit untuk menjawab 35 soal. Setelah itu aku kembali ke TWK yang ternyata tidak ada satupun soal yang berubah dan sisa waktu aku habiskan di soal TIU. Sampai akhirnya di 10 detik terakhir aku hanya bisa melihat timer dengan was-was. Yap, aku melihat timer seperti saat kita melihat jam di detik-detik akhir tahun. Setiap detiknya terasa sangat berharga. Hingga akhirnya hasil tesku keluar dan aku mendapat skor 385. Suatu hasil yang sanggup membuatku membeku di tempat karena saking tidak percayanya. Saat itu, lulus passing grade saja sudah merupakan keajaiban. Saranku mulailah mengerjakan soal dari TKP, lalu ke TWK, dan terakhir TIU. Jangan sampai terpaku pada satu soal, jika pengerjaan lebih dari 5 menit mendingan ditinggalkan saja. Manajemen waktu sangat penting dalam mengerjakan TKD dan semua soal dinilai 5 point kecuali TKP, jadi soal-soal yang terlalu sulit lebih baik ditinggalkan daripada mengorbankan soal yang lain.

Setelah selesai TKD aku langsung mempersiapkan TKB. Berdasarkan informasi dari panitia soal TKB adalah sesuai dengan jabatan yang kita lamar. Karena aku melamar formasi analis keimigrasian pertama, maka aku mempelajari UU no 6 tahun 2011 dan PP no 13 tahun 2013 tentang keimigrasian. Di grup tele ada pembahasan tentang bahan tes TKB ini. Mereka menyarankan mempelajari peraturan-peraturan di bawah PP. Jadi akhirnya aku juga mempelajari tentang PermenKumham yang jumlahnya ternyata sangat banyak. Untuk orang yang tidak kuliah di dunia hukum sepertiku, mempelajari undang-undang dan peraturan di bawahnya ternyata cukup sulit. Aku benar-benar tidak memiliki pengetahuan hukum. Hari tes TKB akhirnya datang, aku cukup yakin karena sudah mempelajari banyak peraturan dan pastinya sesuai dengan arahan panitia. Saat menjalani tes aku kaget, ternyata soal-soal yang ada mayoritas tentang hukum. Bahkan ada tentang hukum tata Negara beserta istilah-istilah bahasa belanda yang belum pernah kubaca. Sempat terpikir jika soalku tertukar dengan formasi hukum tapi aku menemukan soal keimigrasian sekita 30 soal. Ya, hanya sekitar 30 soal yang menyangkut keimigrasian. Bahkan aku mendapat soal tentang jarak geostationer yang sama sekali tak kuketahui. Aku mendapat hasil 300 yang merupakan pencapain maksimalku. Nilai yang lebih banyak kuperoleh dari keberuntungan.

Tahapan terakhir adalah wawancara. Sebenarnya ada yang lebih kutakutkan dari wawancara yaitu pengukuran tinggi badan. Walaupun tinggiku sesuai dengan batas minimal yaitu 158 cm, tetapi ada rumor yang mengatakan tinggi kita akan dikurangi 1-3 cm. sepupuku mengalami sendiri tingginya berkurang 3 cm. Tinggiku adalah 158.5 cm-159 cm jadi apabila dikurangi 3 cm maka pasti akan menjadi tidak memenuhi kriteria. Saat pengukuran tinggi badan aku mengikuti saran temanku yaitu badan ditegapkan dan menahan nafas. Alhamdulillah tinggiku malah naik menjadi 160 cm. Setelah proses pengukuran tinggi badan aku mengisi daftar riwayat pekerjaan di computer yang disediakan panitia. Setelah itu antri untuk masuk ke ruang wawancara. Setelah menunggu sekitar 1,5 jam akhirnya giliranku tiba. Aku masuk ke ruangan dengan percaya diri. Setelah berjabat tangan dan mengucapkan salam aku dipersilahkan duduk. Wawancara hanya seputar personal, karena kemenkumham menerapkan e-Wawancara maka semua sola wawancara sudah ditentukan. Aku hanya memperoleh soal tentang personal saja meliputi motivasi melamar CPNS, apa yang akan aku berikan untuk Negara, arti keberhasilan, prestasiku, hobi, dll. Semua soal aku jawab dengan diplomatis, sebisa mungkin tidak menimbulkan pertanyaan baru sehingga proses wawancaraku menjadi sangat singkat. Kalau tidak salah hanya sekitar 10an menit. Pada sore harinya diumumkan nilai hasil wawancara dan Alhamdulillah aku mendapat nilai 85.75.


Tiba saatnya pengumuman akhir tes CPNS, dari jadwal yang seharusnya tanggal 9 november pengumuman baru dilakukan tanggal 10 dinihari karena file yang harus diupload panitia sangat banyak. Alhamdulillah aku lolos dan menjadi rangking 7 dari 250 peserta yang diterima. Ini adalah suatu hasil di luar target awalku yang hanya di 200 besar. Kalau ada yang bertanya bagaimana aku bisa mencapainya selalu kujawab itu adalah hasil doa orang tua. Selain itu yang terpenting adalah kita bisa mentukan tujuan yang ingin kita capai. Karena gagal menentukan tujuan berarti gagal mencapai sesuatu. Dan yang tak kalah penting kita harus mempersiapkan segala sesuatu sebaik mungkin dan mempersiapkan yang terburuk. 
dan hasil akhirnya aku mendapat rangking 7 nasional, alhamdulillah^^

Pengalaman tes kerja di Nasmoco


#joobSeeker –Pengalaman tes kerja di Nasmoko-
Ini adalah pengalaman pencarian kerja terbaru sebelum kemenkumham. Proses yang terjadi sekitar bulan mei 2017. Awalnya aku tahu lowongan ini melalui ECC UGM. Lowongan yang ada adalah sebagai programmer PHP dan Android. Walaupun sudah 3 tahun aku lulus kuliah, tetapi dulu aku mengambil skripsi tentang pembuatan aplikasi android dan pernah membuat website sehingga lumayan sesuai dengan kemampuanku. Jumlah pelamar yang ada awalnya sekitar 90an orang. Ini adalah proses tes yang ada:

1.     Pendaftaran melalui ECC UGM
Pendaftaran melalui ECC hanya perlu mengklik lamar pada perusahaan yang membuka lowongan karena dataku sudah tersimpan pada system. Setelah beberapa hari aku mendapat sms untuk mengikuti tes selanjutanya pada PT Aditama yang ternyata anak buah perusahaan nasmoco.

2.       Tes Psikotes
Tes psikotes yang ada sama dengan tes pada umumnya. Aku disuruh mengerjakan soal-soal aritmatika, gambar-gambar, verbal, dll. Kemudain sesi selanjutnya ter kraeplin dimana aku disuruh menjumlah angka dari bawah ke atas dan pindah ke baris selanjutnya saat ada aba-aba ganti. Tes selanjutanya adalah menggambar orang dan pohon.

3.       Tes wawancara psikologis
Tes ini dilakukan setelah tes psikotest, karena aku dipanggil pertama jadi aku tidak tahu apakah semua yang ikut tes psikotes lanjut ke wawancara atau hanya sebagian orang saja. Tahapan wawancara ini hanya ditanyakan tentang personal tidak ada pertanyaan yang aneh-aneh.
4.       Setelah beberapa hari aku dipanggil melaui email untuk melanjutakan tes pemrograman
Tes pemrograman ini dilakukan di Semarang, tidak seperti tes-tes awal yang dilaksanakan di Jogja. Pada tahap tes ini aku disuruh membuat 2 macam program yaitu 1 website dan 1 android yang bisa diintegrasikan. Wow, waktu yang disediakan hanya 2 jam untuk menyelesaikan 2 program tersebut. Aku cukup kaget, karena selain coding aku juga harus membuat database yang sesuai dengan soal. Akhirnya waktu 2 jam berlalu dengan sangat cepat, walaupun programku jadi tetapi untuk android baru sampai tampilan saja. Selain itu laptopku malah ngeHang pada waktu demo program. Yang akhirnya demo programku dihentikan. Setelah penguji meminta file hasil kerjaku, aku langsung pulang. Aku sudah tidak terlalu berharap lulus tes program karena demoku yang gagal tersebut.


5.       Tes wawancara User
Setelah 1 minggu aku ditelpon oleh nasmoco untuk mengikuti ujian wawancara user di Semarang. Saat itu aku agak tidak percaya karena aku pikir sudah gagal di tes pemrograman. User yang mewawancaraiku berjumlah 3 orang. Aku memasuki ruangan wawancara dengan agak kaget karena ternyata dari 20an karyawan yang ada tidak ada satupun wanita. Sebenarnya dari proses awal rekruitmen memang aku adalah satu-satunya wanita, tapi aku pikir kalau di kantor besok pastia ada wanitanya selain aku. Kembali lagi ke wawancara, aku rasa wawancara yang kulalui berhasil. Ketiga user terlihat tertarik dengan jawabanku. Wawancara seputar personal dan pemrograman. Karena aku mempunyai cukup banyak pengalaman tentang pemrograman maka aku dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Kira-kira wawancara berlangsung selama 1 jam. Bahkan setelah wawancara selesai salah satu user mengantarkanku sampai ke pintu dan membukakan pintu. Mereka sangat ramah dan welcome sehingga aku berfikir jika aku akan diterima.

6.       Pengumuman akhir
Pengumuman penerimaan disampaikan melalui sms. Yang aku tahu, hanya 2 orang peserta yang dipanggil pada wawancara user. Ternyata yang diterima adalah peserta satunya. Aku sudah mengatakan pada orang tuaku, apabila sampai tidak diterima kemungkinan terbesar adalah gara-gara jenis kelamin. Dengan karyawan yang semuanya pria pasti akan tidak nyaman bagiku dan mereka jika aku akhirnya diterima di sana. Pada awalnya aku cukup kaget tetapi akhirnya bisa menerima karena percaya bahwa rencana Allah pasti lebih baik.

Pengumuman ini dilakukan pada H-2 Lebaran tahun ini, jadi saat lebaran yang seharusnya bersuka cita aku malah sedih gara-gara ditolak. Hehehe… saat itu aku sudah agak putus asa mencari pekerjaan S1 komputer dan sudah berniat mengulang D3 Farmasi agar bisa tetap bisa bekerja di dunia farmasi. Sudah dulu ya cerita pengalamanku. Yaps, lagi-lagi ditolak. Aku jadi agak trauma sama yang namanya wawancara. Setelah belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya aku cukup percaya diri kalau kali ini diterima, tapi ternyata Allah mempunyai rencana lain^^

Pengalaman mengikuti seleksi pegawai non-PNS Pemprov DIY


#joobseeker – Pengalaman recruitment Pegawai non-PNS di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY-
Pada sekitar bulan oktober 2016 terdapat lowongan non-PNS di pemprov DIY. Aku tertarik untuk mendaftar karena ada formasi sebagai pengelola system dan jaringan di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY yang kantornya berada kurang lebih 400 m dari tempat kerjaku saat itu. Jadi aku berharap apabila diterima bisa bekerja di 2 tempat, pagi hari sebagai pekerja non-PNS dan malam hari sebgai petugas farmasi.
Proses rekruitmen sama dengan penerimaan PNS pada umumnya, proses awal  dilakukan oleh BKN DIY. Ini adalah rangkaian proses yang aku jalani :

1. Pendaftaran online
Pada proses ini aku hanya harus melengkapi formulir yang ada dengan mengisi data pribadi, nomor ijazah, dll. Setelah proses selesai aku menyimpan tanda bukti pendaftaran untuk kemudian diprint.
2. Pengiriman berkas fisik melalui POS
Karena syarat dari panitia adalah mengirim berkas melalui POS dengan cap pos DIY, maka aku mengirim dari daerahku. Dalam berkas lamaran berisi surat lamaran yang ditulis tangan, fotokopi  Ijazah dan transkrip yang dilegalisir, fotokopi KTP, dan daftar riwayat hidup. Kemudian berkas tersebut dikirim melalui POS ke Dinas Pertanahan dan Tata Ruang

3. Tes CAT
Setelah pengumuman lolos administrasi, proses selanjutnya adalah tes CAT. Karena ini adalah pengalaman keduaku dalam mengikuti tes ini maka aku tidak terlalu bingung. Paling tidak aku sudah bisa mengira-ira apa yang akan keluar dalam tes. Saat itu aku hanya belajar melalui aplikasi yang ada di google play. Dan ternyata dari aplikasi itu banyak soal yang keluar saat tes CAT sehingga aku mendapatkan nilai yang cukup besar. Aku mendapat score 380, jumlah yang meningkat dibandingkan saat tes kemenkeu .

4. Tes Wawancara dan ujian Praktek
Dari semua peserta yg lolos passing grade untuk formasiku diambil 11 orang. Karena nilaiku paling tinggi dari kesembilan orang tersebut, maka aku mendapat giliran pertama untuk tes wawancara dan ujian praktek. Untuk wawancara aku melakukan kesalahan yang cukup fatal karena kurang persiapan. Karena dulu waktu tes CPNS Kemenkeu materi yang ditanyakan hanya seputar pribadi, maka aku mengira akan mirip dengan tes sekarang. Ternyata yang ditanyakan malah sebaliknya, hal-hal tentang personal tidak ditanyakan tetapi malah pertanyaan mengenai instansi dan contoh-contoh kasus nyata yang harus aku selesaikan. Salah satunya kasus tentang masalah jaringan, karena kuliahku di Sistem Informasi yang lebih memperdalam tentang Software jadi aku tidak bisa menjawab soal tentang jaringan dengan baik. Dan ternyata wawancara ini juga merupakan ujian praktek secara lisan dimana aku banyak menjawab dengan tidak yakin karena bukan merupakan area disiplin ilmuku. Wawancara berlangsung selama kurang lebih 45 menit dan akhirnya selesai dengan tidak begitu memuaskan

5. Pengumuman Akhir
Pada pengumuman akhir diambil 3 orang dari 9 orang yg mengikuti tes terakhir. Dan akhirnya aku tidak lolos. Memang terasa sedih tapi tidak terlalu mengecewakan karena aku sudah mengira kalau tidak diterima karena pengalaman wawancara yang aku alami.
Noted : Hal yang membuat gagal adalah kurangnya persiapan saat wawancara dan kurang menunjukkan antusias untuk diterima saat wawancara.

Sekian dulu ceritaku, moga bisa memberikan manfaat. Oh iya, ternyata pegawai non-PNS ini hanya dikontrak selama 1 tahun. Setelah 1 tahun akan dilakukan ujian CAT lagi untuk memperpanjang kontrak. Jadi apabila di tahun ke-2 tidak lolos passing grade CAT maka otomatis kontak kita habis. Zaman sekarang mau menjadi tenaga kontrak aja susah ya? Apalagi menjadi karyawan tetap aka PNS pastinya lebih susyaah… hehehe

Pengalamanku Mengikuti Tes CPNS Kemenkeu 2014


Karena tulisan ini aku buat tahun November 2017 yang berarti sudah lebih dari 3 tahun kejadian ini berlangsung, jadi maaf jika ada beberapa hal yang terlupakan atau kurang mendetail.
Aku lulus kuliah bulan april 2014 dan kebetulan pada bulan agustus dibuka lowongan CPNS Kemenkeu. Pada saat itu pertimbanagan utamaku memilih kemenkeu daripada kementerian yang lain karena faktor lokasi ujian. Ya, mungkin saat itu aku menganggap CPNS hanyalah suatu Jackpot yang tidak terlalu mungkin bisa kucapai. Jadi jika seandainya diterima itu suatu keajaiban dan jika sebaliknya aku tidak diterima maka itu bukan masalah. Itu perasaanku saat awal proses rekruitmen.
Proses rekruitmen kemenkeu melalui beberapa proses yaitu sebagai berikut :
1 Pendaftaran online
Proses ini lumayan mudah, aku hanya diminta mengupload beberapa file atau lebih tepatnya mengisi blangko yang ada secara online. Pada tahap ini yang diperlukan hanyalah ketelitian saja. Jadi saat pengumuman aku lolos administrasi itu tidak terlalu membuatku terkejut.
2. Pengambilan TPU (Tanda Peserta Ujian)
Setelah lolos administrasi, langkah selanjutnya adalah pengambilan TPU. Untuk pengambilan nomor ujian, aku hanya perlu antri sesuai nomor antrian yang berisi nomor meja petugas dengan membawa ijazah asli, transkrip nilai asli, ktp, kartu pendaftaran yang sudah dicetak dan pasfoto . Untuk kemudian mendapatkan kartu ujian.



3. Ujian TKD
Ujian TKD adalah ujian CAT pertama kali yang aku alami. Tahun itu adalah awal dilakukannya tes dengan system CAT. Aku membeli buku persiapan CPNS untuk lebih memahami apa itu tes CAT. Bahkan dalam buku yang aku beli masih dibahas 2 macam tes yaitu tes dengan LJK dan CAT. Saat itu nilai ambang batas untuk lulus CAT adalah TWK 70, TIU 75, dan TKP 126. Aku tidak terlalu mempersoalkan tentang ujian ini karena kembali lagi ke tujuan awal yaitu hanya coba-coba jadi nothing to lose. Beberapa hari sebelum ujian aku belajar dari buku yang aku beli yang ternyata cukup sulit apalagi untuk bagian tes wawasan kebangsaan. Dari kecil pelajaran yang tidak terlalu kusukai adalah sejarah, mungkin alasan utamanya adalah soal yg keluar dari pelajaran sejarah terlalu sering tentang tanggal dan nama bukan malah makna dari perjuangan pahlawan. Menghafal tanggal-tanggal itu sangat membuatku pusing. Hehehe kembali lagi ke ujian TKD, aku menjalani ujian dengan santai. Bahkan waktuku tersisa banyak sehingga aku sempat menjawab kuisioner  yang ada pada computer apabila aku memutuskan menyelesaikan ujian sebelum waktu berakhir. Tetapi, saat aku selesai mengisi kuisioner layar komputerku langsung menutup program yang berarti aku tidak tahu berapakan hasil ujianku dan apakah aku melewati passing grade. Aku langsung bertanya ke panitia mengenai masalahku itu, dan dijawab kalau itu bukan masalah dan nanti nilai semua peserta akan ditempel begitu ujian telah selesai. Aku menunggu dengan agak cemas dan mengurangi kecemasanku dengan mencari teman baru. Akhirnya hasil ujian ditempel oleh panitia. Aku mencari dari peringkat terbawah yang dinyatakan lolos passing grade. Setelah sekian lama tidak menemukan namaku aku sudah akan berputus asa. Hingga akhirnya aku menemukan namaku di peringkat 6. Saat itu aku benar-benar bahagia. Yes, the miracle does exist. Walaupun lolos passing grade belum tentu lolos tahap selanjutnya tetapi aku tetap merasa bahagia. Sebulan kemudian pengumuman TKD diumumkan dan aku lolos. Yey!!!

4. Ujian Psikotest
Tahapan selanjutnya adalah psikotest, aku mencari informasi dari kaskus tentang ujian psikotest tahun-tahun sebelumnya dan mempelajari. Dan ternyata ujian yang ada mirip dengan yang sudah dibahas di kaskus. Tes ini dibagi dalam 3 bagian:
a.       Tes Potensi Akademik
Dalam tes ini aku ditantang untuk menyelesaikan soal-soal aritmatika sederhana dan beberapa tes kata. Kalau dalam TKD tes ini masuk ke kategori TIU. Saranku adalah kerjakan sebanyak dan seteliti mungkin. Saat itu aku tidak menyelesaikan semua soal karena waktunya memang terbatas , tetapi yang pasti aku mengerjakan dengan seteliti mungkin.
b.      Tes Pauli
Mungkin kalian sudah sering mengikuti tes ini. Yang ingin diketahui dari kita adalah ketahanan menghadapi tekanan dan kekonsistensian serta ketelitian kita. Tips dariku, tutup angka selain yang akan kita kerjakan dengan tepak tangan kiri, ini membuatku lebih bisa berkonsentrasi. Karena tes ini durasinya lama, maka jangan terlalu berambisi di awal pengerjakan. Kerjakan dengan santai tetapi dengan ritme yang semakin cepat atau paling tidak konsisten. Dan jangan mencurangi waktu karenai itu hanya akan merugikan hasil tes ini.
c.       Tes Gambar menggambar
Setelah otakku kejang karena kebanyakan menghitung angka-angka di tes yang terakhir ini lumayan membuatku terhibur. Tes pertama adalah tes warteg, aku disuruh menyelesaikan gambar yang ada dan memberi angka dari yang termudah hingga tersulit serta memberi judul dari tiap gambar. Usahakan jangan terlalu kaku seperti mengurutkan 1,2,3,4,5,6,78 atau terlalu acak. Tes selanjutnya menggambar pohon dan orang. Aku menggambar orang yang sedang presentasi dan pohon manga. Serta aku disuruh memilih sepuluh nilai dari 20an nilai yang ada di lembar soal. Yang terakhir aku disuruh menulis 5 kekurangan, 5 kelebihan, kegagalan, serta keberhasilan dalam 2 tahun terakhir.

5. Tes Kesehatan
Setelah sebulan hasil tes psikotest keluar dan Alhamdulillah aku termasuk peserta yang lolos. Sebenarnya, tes kesehatan adalah tes yang paling mengerikan dari semua tahapan tes. Tes ini yang sudah aku persiapkan begitu aku dinyatakan lolos passing grade. Aku bukan termasuk orang yang suka berolah raga, semenjak SMA bahkan tidak pernah rutin berolah raga. Karena duluvsaat SMA aku mengambil farmasi yang sangat padat kegiatannya dimana pagi pelajaran regular dan sore praktek resep maupun kimia sehingga tidak ada waktu untuk berolah raga. Aku mempersiapkan dengan tiap pagi jalan santai pada awalnya dan meningkat hingga lari-lari kecil. Sebelum berangkat tes aku makan telur ayam kampung mentah dan membawa potongan gula untuk berjaga-jaga sesuai arahan kaskus. Aku tiba di sana jam setengah 6 pagi dan kaget ternyata sudah sangat banyak orang di sana. Di jam yang sepagi itu aku kira baru ada sedikit orang yang datang. Setelah jam 7 panitia memulai proses seleksi. Yang pertama adalah pemeriksaan kesehatan. Aku ditimbang, dites buta warna, minus, tinggi badan, dan yang terakhir masuk ke ruang dokter dites farises dan apakah hamil/melakukan operasi dalam 3 bulan terakhir. Setelah itu antri untuk diangkut dengan mobil petugas ke lapangan untuk lari. Setelah sampai lapangan ada seorang petugas yang memandu pemanasan sebelum lari. Dan akhirnya aku lari selama 12 menit mengelilingi lapangan. Setelah itu lari suttle membentuk angka 8. Dan dibawa kembali ke lokasi awal dengan mobil petugas dan berakhirlah tes kesehatan ini.

6. ujian wawancara
Ujian wawancara dan kesehatan ada dalam satu rangkaian, jadi semua yang tes kesehatan akan tes wawancara juga. Dalam tes ini aku tidak menyiapkan apapun. Begitu hari wawancara tiba aku malah menjadi nervous, hal ini karena di bawah sadar aku menyadari  jika persiapanku sangat kurang. Sebelum wawancara ada serangkain hal yang aku lalui. Seperti pengarahan dari panitia lokal serta diberi tahu tata tertib wawancara. Aku mendapat 2 orang pewawancara wanita. Satu dari pusat dan satu dari daerah. Wawancara berjalan kurang lancar karena aku menjawab dengan tidak begitu keras dan jelas. Bahkan begitu waktu berakhir pertanyaan yang diajukan baru mencapai pengalaman kerja saja. Saranku dalam menghadapi wawancara kemenkeu adalah jawablah dengan konsisten. Karena integritas adalah hal utama yang harus dimiliki calon pegawai kemenkeu, maka jangan pernah berbohong kepada pewawancara. Dan yang terakhir adalah jangan lupa untuk percaya diri.

7. The Day
Sebulan kemudian pengumuman rekruitmen diumumkan. Dan akhirnya aku gagal di tes tahap akhir. Saat itu rasanya bagaikan diangkat ke langit kemudian dibanting dengan keras. Ya, kenyataan saat akhirnya aku tidak lolos sangat mengecewakanku. Walaupun awalnya tidak terlalu tertarik, tetapi setelah menjalani ujian selama kurang lebih 6 bulan aku jadi berharap lebih. Tapi setelah bisa menerima kenyataan aku akhirnya bisa merenungi kesalahannku. Dan kesalahan utama saat wawancara adalah kurangnya persiapan dan aku tidak percaya diri. Seperti kata seseorang, “apabila kita tidak mempercayai diri kita sendiri bagaimana mungkin orang lain akan percaya”. Dan mulai saat itu aku mencoba untuk meningkatkan kepercayaan diriku.

Duh… kok jadi panjang gini ya ceritanya, hehehehe… semoga bisa membantu kalian yang membaca tulisanku ini.  see you next story^^